Yayasan Bahrul Huda

0356-324405

Jl. DR. Wahidin Sudiro Husodo 45 - Tuban

triangle

Berita

MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK SEJAK DINI

Penulis: Ustadzah Eva Teguh Susilowati

  • Diposting: Kamis, 04 Februari 2016- 21:13:28 WIB | Dibaca: 258 pembaca

Sikap kemandirian dapat ditunjukkan dengan adanya kemampuan dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi dengan tingkah laku. Adanya perubahan tingkah laku pada anak dapat diindikasikan dengan peningkatan pola berfikirnya.

Anak yang mandiri akan selalu berpikir bahwa dalam melakukan segala hal atau memecahkan suatu permasalahan dapat ia kerjakan  sendiri tanpa mengandalkan bantuan dari orang lain terus-menerus terlebih kepada orang tua.

Berikut ini beberapa poin tentang cara yang dapat digunakan untuk melatih kemandirian anak:

Hindari Berkata “Jangan”

Berikanlah kesempatan yang seluas-luasnyanya kepada anak untuk  mengeksplorasi hal-hal baru. Hindari perkataan yang nadanya melarang seperti berkata “jangan” atau “tidak boleh”.  Hal ini dapat kita lakukan dengan cara meletakkan objek yang berbahaya jauh dari jangkauan anak. Sebaliknya, letakkan berbagai macam objek menarik dan aman di sekeliling anak dan berikan otoritas baginya untuk menggunakannya.

­Jadilah Pemandu bagi Anak

Pandulah saat anak belajar melakukan suatu hal baru. Berikan contoh terlebih dahulu, lalu kemudian beri kesempatan bagi anak untuk melakukannya sendiri. Misalnya, belajar membereskan meja makan, cara mengambil piring dan membawanya ke tempat cucian dan seterusnya.

Tahan Keinginan Untuk Selalu Ikut Campur

Bagi orang tua wajar apabila anda rasanya selalu ingin membantu anak, teruatama bila ia mengalami kesulitan. Akan tetapi anda perlu menahan sedikit keinginan tersebut, sebab banyak juga hal baru yang dapat dipelajari dari kesalahan atau kegagalan. Tentunya Anda tetap dapat dan harus turun tangan jika ada hal yang membahayakan bagi anak. Untuk itu anda harus bijak membaca situasi dimana saat anda sebaiknya menjadi penonton, motivator, atau penolong bagi anak.

Ijinkan Anak Untuk Ikut Campur

Ketika orang tua melakukan hal-hal yang menarik, seperti memasak, membersihkan atau merapikan meja, anak mungkin akan tertarik untuk nimbrung. Maka, berikan kesempatan bagi anak untuk ikut terlibat dalam aktivitas anda. Anda dapat memilah dan memilih mana tugas yang cukup mudah yang kira-kira bisa ia kerjakan, serta bersabar dalam mengarahkan.

Hindari Perintah Dan Ultimatum

Perlu dipahami bahwa perintah keras dan ultimatum membuat anak selalu merasa berada di bawah tekanan orang tua dan tidak mempunyai otoritas pribadi. Disiplin dan rasa hormat tetap bisa dilatih tanpa anda menjadi galak pada anak. Mengarahkan, mengajar serta berdiskusi dengan anak akan lebih efektif daripada memerintah, apalagi bila perintah tidak didasari dengan alasan yang jelas. Hal sedemikian lama kelamaan akan membuat anak bergantung pada perintah atau larangan anda dalam melakukan segala sesuatu.

Tunjukan Cinta dan Kasih Sayang Pada Anak

Mengungkapkan perasaan sayang  serta dukungan pada anak secara konsisten akan dapat meningkatkan rasa percaya dirinya. Dengan demikian dia akan lebih yakin pada dirinya, serta tidak ragu untuk mencoba hal-hal yang baru.

Setiap orang tua umumnya menginginkan anak-anakya tumbuh menjadi anak yang mandiri. Karena kemandirian menunjukkan adanya konsistensi tingkah laku pada seseorang, sehingga tidak goyah dan memiliki self-reliance atau kepercayaan diri sendiri. Anak yang memiliki kemandirian yang kuat tidak akan mudah menyerah. Serta mereka akan dengan mudah mengaktualisasikan diri secara optimal dan tidak menggantungkan diri kepada orang lain.